<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rikval Fachruri</title>
	<atom:link href="http://iphal.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iphal.com</link>
	<description>Berbagi Bersama Itu Indah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Feb 2010 07:54:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Media Inovatif di Undang di Radio Solagracia Malang</title>
		<link>http://iphal.com/12/02/2010/media-inovatif-di-undang-di-radio-solagracia-malang/</link>
		<comments>http://iphal.com/12/02/2010/media-inovatif-di-undang-di-radio-solagracia-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 11:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paluy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iphal.com/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama rasanya tidak menulis diblog, sampai- sampai rutinitas yang biasanya di tuangkan diblog ini tidak bisa dikerjakan. Saya lupa tepatnya, mungkin beberapa minggu yang lalu kami dari MediaInovatif.com diundang sebagai bintang tamunya radio Solagracia Malang. Pada dasarnya topik adalah Bisnis dan Internet yang dikhususkan pada :









Mahasiswa yang bisa menghasilkan uang.
Manfaat internet
Baik buruk internet









Dalam hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 6px;" title="siaran" src="http://iphal.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC00694.JPG" alt="" width="150" height="160" />Sudah lama rasanya tidak menulis diblog, sampai- sampai rutinitas yang biasanya di tuangkan diblog ini tidak bisa dikerjakan. Saya lupa tepatnya, mungkin beberapa minggu yang lalu kami dari MediaInovatif.com diundang sebagai bintang tamunya radio Solagracia Malang. Pada dasarnya topik adalah Bisnis dan Internet yang dikhususkan pada :</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Mahasiswa yang bisa menghasilkan uang.</li>
<li>Manfaat internet</li>
<li>Baik buruk internet</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Dalam hal tersebut sebagai pemandu acaranya adalah pakar internet marketing, yaitu Bapak Agus Setyawan owner Piranhamas Group.<span id="more-593"></span></p>
<p>Sebenarnya mencari uang sejak mahasiswa sudah banyak dilakukan oleh mahasiswa &#8211; mahasiswa lainnya, hanya saja jangan mengesampingkan suatu tanggung jawab yang diamanahkan orang tua untuk menempuh pendidikan. Banyak sekali cara untuk mendapatkan uang, salah satunya dengan internet.</p>
<p>Zaman sekarang orang sudah lumayan memahami akan kegunaan intenet, jadi kami memilih untuk menggunakan media internet sebagai salah satu media yang menaungi kami untuk menghasilkan uang, yaitu dengan mendirikan sebuah Web Hosting dan Web Developer (Media Inovatif) yang bersituskan <a href="http://mediainovatif.com">http://mediainovatif.com</a>. Media Inovatif didirikan pada tahun 2008 dan sekarang sudah dipercaya untuk menangani beberapa situs dari instansi yang cukup besar.</p>
<p>Media Inovatif merupakan perpajangan tangan dari para peaku usaha kepada konsumen, baik itu membangun sebuah website sampai dengan pemasaran melalui internet. Beberapa metode yang kami lakukan berdasarkan riset yang telah lama kami pelajari.</p>
<p><img class="alignright" style="margin: 6px;" title="aaa" src="http://iphal.com/wp-content/uploads/2010/02/R-and-Y441.jpg" alt="" width="150" height="160" />Kalau saja internet dimanfaatkan dengan baik, tidak akan ada dampak negatif yang menimbulkan bagi sebagian orang. Bahkan bisa untuk menghasilkan uang, misalnya dengan jualan online menggunakan website, blog bahkan facebook sekalipun dapat dilakukan. Hanya saja masih banyak yang mengesampingkan itu, misalnya dengan adanya situs &#8211; situs yang menurut saya sangat membuang waktu untuk melihatnya.</p>
<p>Jadi, manfaatkanlah internet dengan sebijaksana mungkin dan saya yakin setiap orang bisa melakukannya.</p>
<p>Akhirnya diakhir acara, kami pun foto bersama dan langsung berangkat kekampus lagi&#8230;heE&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iphal.com/12/02/2010/media-inovatif-di-undang-di-radio-solagracia-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaji Papa Berapa?</title>
		<link>http://iphal.com/24/12/2009/gaji-papa-berapa/</link>
		<comments>http://iphal.com/24/12/2009/gaji-papa-berapa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 03:25:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paluy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iphal.com/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa Arya, Karyawan di sebuah perusahaan swasta terkemuka diJakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Rana,putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.&#8221;Kok, belum tidur ?&#8221; sapa Arya sambil mencium anaknya.Biasanya Rana memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa Arya, Karyawan di sebuah perusahaan swasta terkemuka diJakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Rana,putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.&#8221;Kok, belum tidur ?&#8221; sapa Arya sambil mencium anaknya.Biasanya Rana memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Rana menjawab, &#8220;Akununggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?&#8221;"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?&#8221;"Ah, enggak. Pengen tahu aja&#8221; ucap Rana singkat.&#8221;Oke. Kamu boleh hitung sendiri.<span id="more-554"></span></p>
<p>Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dandibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papadalam satu bulan berapa, hayo ?&#8221;Rana berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementaraPapanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.</p>
<p>Ketika Arya beranjak menujukamar untuk berganti pakaian, Rana berlari mengikutinya. &#8220;Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp.40.000,- dong&#8221; katanya.&#8221;Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur&#8221; perintah AryaTetapi Rana tidak beranjak.</p>
<p>Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Rana kembali bertanya, &#8220;Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,-  enggak ?&#8221;"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah&#8221;.&#8221;Tapi Papa&#8230;&#8221;Kesabaran Arya pun habis. &#8220;Papa bilang tidur !&#8221; hardiknya mengejutkan Rana.Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.</p>
<p>Usai mandi, Arya nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Rana di kamartidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Rana didapati sedangterisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Arya berkata &#8220;MaafkanPapa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malambegini ? &#8220;&#8221;Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itupun Papa kasih&#8221; jawab Arya&#8221;Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalausudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini&#8221;.&#8221;lya, iya, tapi buat apa ?&#8221; tanya Arya lembut.&#8221;Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tigapuluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp. 15.000,-tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jamaku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa&#8221; kata Rana polos.</p>
<p>Arya pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil ituerat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan hartayang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk &#8220;membeli&#8221; kebahagiaananaknya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iphal.com/24/12/2009/gaji-papa-berapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa beromzet 17 Milyar</title>
		<link>http://iphal.com/24/12/2009/mahasiswa-beromzet-17-milyar/</link>
		<comments>http://iphal.com/24/12/2009/mahasiswa-beromzet-17-milyar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 01:15:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paluy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iphal.com/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[*Elang Gumilang, Mahasiswa Bangun Perumahan untuk Orang Miskin DemiKeseimbangan Hidup*
Selama ini banyak developer yang membangun perumahan namun hanya bisa dijangkau oleh kalangan menengah ke atas saja. Jarang sekali developer yang membangun perumahan yang memang dikhususkan bagi orang-orang kecil. Elang Gumilang (22), seorang mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha tinggi ternyata memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum kecil yang tidak memiliki rumah. Meski [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">*Elang Gumilang, Mahasiswa Bangun Perumahan untuk Orang Miskin Demi<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Keseimbangan Hidup*</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Selama ini banyak developer yang membangun perumahan namun hanya bisa dijangkau oleh kalangan menengah ke atas saja. Jarang sekali developer yang membangun perumahan yang memang dikhususkan bagi orang-orang kecil. Elang Gumilang (22), seorang mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha tinggi ternyata memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum kecil yang tidak memiliki rumah. Meski bermodal pas-pasan, ia berani membangun perumahan khusus untuk orang miskin. Apa yang mendasarinya?<span id="more-550"></span></p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Jumat sore (28/12), suasana Institut Pertanian bogor (IPB), terlihat lengang. Tidak ada geliat aktivitas proses belajar mengajar. Maklum hari itu, hari tenang mahasiswa untuk ujian akhir semester (UAS). Saat Realita melangkahkah kaki ke gedung Rektorat, terlihat sosok pemuda berperawakan kecil dari kejauhan langsung menyambut kedatangan Realita. Dialah Elang Gumilang (22), seorang wirausaha muda yang peduli dengan kaum miskin. Sambil duduk di samping gedung Rektorat, pemuda yang kerap disapa Elang ini, langsung mengajak Realita ke perumahannya yang tak jauh dari kampus IPB. Untuk sampai ke perumahan tersebut hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan menggunakan kendaraan roda empat. Kami berhenti saat melewati deretan rumah bercat kuning tipe 22/60. Rupanya bangunan yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi itu adalah perumahan yang didirikannya yang diperuntukan khusus bagi orang-orang miskin. Setelah puas mengitari perumahan, Elang mengajak Realita untuk melanjutkan obrolan di kantornya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Elang sendiri merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan H. Enceh (55) dan Hj. Prianti (45). Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berada, yaitu ayahnya berprofesi sebagai kontraktor, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Sejak kecil orang tuanya sudah mengajarkan bahwa segala sesuatu diperoleh tidak dengan gratis. Orang tuanya juga meyakinkan bahwa rezeki itu bukan berasal dari mereka tapi dari Allah SWT..</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar Pengadilan 4, Bogor, Elang sudah mengikuti berbagai perlombaan dan bahkan ia pernah mengalahkan anak SMP saat lomba cerdas cermat. Karena kepintarannya itu, Elang pun menjadi anak kesayangan guru-gurunya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Begitu pula ketika masuk SMP I Bogor, SMP terfavorit di kabupaten Bogor, Elang selalu mendapatkan rangking. Pria kelahiran Bogor, 6 April 1985 ini mengaku kesuksesan yang ia raih saat ini bukanlah sesuatu yang instan. “Butuh proses dan kesabaran untuk mendapatkan semua ini, tidak ada sesuatu yang bisa dicapai secara instan,” tegasnya. Jiwa wirausaha Elang sendiri mulai terasah saat ia duduk di bangku kelas 3 SMA I Bogor, Jawa Barat. Dalam hati, Elang bertekad setelah lulus SMA nanti ia harus bisa membiayai kuliahnya sendiri tanpa menggantungkan biaya kuliah dari orang tuanya. Ia pun mempunyai target setelah lulus SMA harus mendapatkan uang Rp 10 juta untuk modal kuliahnya kelak.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Berjualan Donat. Akhirnya, tanpa sepengetahuan orang tuanya, Elang mulai berbisnis kecil-kecilan dengan cara berjualan donat keliling. Setiap hari ia mengambil 10 boks donat masing-masing berisi 12 buah dari pabrik donat untuk<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />kemudian dijajakan ke Sekolah Dasar di Bogor. Ternyata lumayan juga. Dari hasil jualannya ini, setiap hari Elang bisa meraup keuntungan Rp 50 ribu. Setelah berjalan beberapa bulan, rupanya kegiatan sembunyi-sembunyiny a ini<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />tercium juga oleh orang tuanya. “Karena sudah dekat UAN (Ujian Akhir Nasional), orang tua menyuruh saya untuk berhenti berjualan donat. Mereka khawatir kalau kegiatan saya ini mengganggu ujian akhir,” jelas pria pemenang lomba bahasa sunda tahun 2000 se-kabupaten Bogor ini.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Dilarang berjualan donat, Elang justru tertantang untuk mencari uang dengan cara lain yang tidak mengganggu sekolahnya. Pada tahun 2003 ketika Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan lomba Java Economic Competion se-Jawa, Elang mengikutinya dan berhasil menjuarainya. Begitu pula saat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang juga berhasil menjadi juara ke-tiga. Hadiah uang yang diperoleh dari setiap<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />perlombaan, ia kumpulkan untuk kemudian digunakan sebagai modal kuliah.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Setelah lulus SMU, Elang melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB (Institut Pertanian Bogor). Elang sendiri masuk IPB tanpa melalui tes SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, red) sebagaimana calon mahasiswa yang akan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Ini dikarenakan Elang pernah menjuarai kompetisi ekonomi yang diadakan oleh IPB sehingga bisa masuk tanpa tes. Saat awal-awal masuk kuliah, Elang mendapat musibah yang menyebabkan uang Rp 10 jutanya tinggal Rp 1 juta. Namun Elang enggan memberitahu apa musibah yang dialaminya tersebut.</p>
<p>” paparnya. Karena tidak punya modal banyak, Elang menggunakan<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>strategi Ario Winarsis, yaitu bisnis tanpa menggunakan modal. Ario Winarsis<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>sendiri awalnya adalah seorang pemuda miskin dari Amerika Latin, Ario<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>Winarsis mengetahui ada seorang pengusaha tembakau yang kaya raya di<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>Amerika. Setiap hari, ketika pengusaha itu keluar rumah, Ario Winarsis<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>selalu melambaikan tangan ke pengusaha itu. Pada awalnya pengusaha itu tidak<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>memperdulikannya. Tapi karena Ario selalu melambaikan tangan setiap hari,<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>pengusaha tembakau itu menemuinya dan mengatakan, “Hai pemuda, kenapa kamu<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>selalu melambaikan tangan setiap saya ke luar rumah?” Pemuda miskin itu lalu<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>menjawab, “Saya punya tembakau kualitas bagus. Bapak tidak usah membayar<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak.” Setelah mendengar jawaban<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>dari pemuda itu, pengusaha kaya itu lalu membuatkan tanda tangan dan stempel<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>kepada pemuda tersebut. Dengan modal stempel dan tanda tangan dari pengusaha<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>Amerika itu, pemuda tersebut pulang dan mengumpulkan hasil tembakau di<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>kampungnya untuk di jual ke Amerika lewat si pengusaha kaya raya itu. Maka,<span style="font-size: small;"><span style="line-height: 15px;"> </span></span>jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Begitupula Elang, dengan modal surat dari kampus, ia melobi ke perusahaan lampu Philips pusat untuk menyetok lampu di kampusnya. “Alhamdulillah proposal saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15 juta,” ucapnya bangga.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Tapi, karena bisnis lampu ini musiman dan perputaran uangnya lambat, Elang mulai berfikir untuk mencari bisnis yang lain. Setelah melihat celah di bisnis minyak goreng, Elang mulai menekuni jualan minyak goreng ke warung-warung. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, ia harus membersihkan puluhan jerigen, kemudian diisi minyak goreng curah, dan dikirim ke warung-warung Pasar Anyar, serta Cimanggu, Bogor. Setelah selesai mengirim minyak goreng, ia kembali ke kampus untuk kuliah. Sepulang kuliah, Elang kembali mengambil jerigen-jerigen di warung untuk diisi kembali keesokan harinya. Tapi, karena bisnis minyak ini 80 persen menggunakan otot, sehingga mengganggu kuliahnya. Elang pun memutuskan untuk berhenti berjualan. “Saya sering ketiduran di kelas karena kecapain,” kisahnya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Elang mengaku selama ini ia berbisnis lebih banyak menggunakan otot dari pada otak. Elang berkonsultasi ke beberapa para pengusaha dan dosennya untuk minta wejangan. Dari hasil konsultasi, Elang mendapat pencerahan bahwa berbisnis tidak harus selalu memakai otot, dan banyak peluang-peluang bisnis yang tidak menggunakan otot.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Setelah mendapat berbagai masukan, Elang mulai merintis bisnis Lembaga Bahasa Inggris di kampusnya. “Bisnis bahasa Inggris ini sangat prospektif apalagi di kampus, karena ke depan dunia semakin global dan mau tidak mau kita dituntut untuk bisa bahasa Inggris,” jelasnya. Adapun modalnya, ia patungan bersama kawan-kawannya. Sebenarnya ia bisa membiayai usaha itu sendiri, tapi karena pegalaman saat jualan minyak, ia memutuskan untuk mengajak teman-temannya. Karena lembaga kursusnyanya ditangani secara profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Karena dalam bisnis lembaga bahasa Inggris Elang tidak terlibat langsung dan hanya mengawasi saja, ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai marketing perumahan. “Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan, saya hanya mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen,” ujarnya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Bangun Rumah Orang Miskin. Di usianya yang relatif muda, pemuda yang tak<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />suka merokok ini sudah menuai berbagai keberhasilan. Dari hasil usahanya itu<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Elang sudah mempunyai rumah dan mobil sendiri. Namun di balik<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />keberhasilannya itu, Elang merasa ada sesuatu yang kurang. Sejak saat itu ia<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />mulai merenungi kondisinya. “Kenapa kondisi saya begini, padahal saya di IPB<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />hanya tinggal satu setengah tahun lagi. Semuanya saya sudah punya, apalagi<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />yang saya cari di dunia ini?” batinnya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Setelah lama merenungi ketidaktenangannya itu, akhirnya Elang mendapatkan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />jawaban. Ternyata selama ini ia kurang bersyukur kepada Tuhan. Sejak saat<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />itulah Elang mulai mensyukuri segala kenikmatan dan kemudahan yang diberikan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />oleh Tuhan. Karena bingung mau bisnis apalagi, akhirnya Elang shalat<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />istikharah minta ditunjukkan jalan. “Setelah shalat istikharah, dalam tidur<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah di<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />bangunan megah ini? Lalu orang itu menjawab, “Bukannya kamu yang membuat?”<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi tersebut. “Saya pun<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti,” ujarnya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Pengalaman bekerja di marketing perumahan membuatnya mempunyai pengetahuan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />di dunia properti. Sejak mimpi itu ia mulai mencoba-coba ikut berbagai<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />tender. Tender pertama yang ia menangi Rp 162 juta di Jakarta yaitu<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />membangun sebuah Sekolah Dasar di daerah Jakarta Barat. Sukses menangani<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />sekolah membuat Elang percaya diri untuk mengikuti tender-tender yang lebih<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />besar. Sudah berbagai proyek perumahan ia bangun.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Selama ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk orang-orang kaya<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />atau berduit saja. Sedangkan perumahan yang sederhana dan murah yang<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />terjangkau untuk orang miskin jarang sekali pengembang yang peduli. Padahal<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />di Indonesia ada 70 juta rakyat yang masih belum memiliki rumah. Apalagi<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />rumah juga merupakan kebutuhan yang sangat primer. Sebagai tempat berteduh<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />dan membangun keluarga. “Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun, biasanya<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan, jadi sampai<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah,” jelasnya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Dalam hidupnya, Elang ingin memiliki keseimbangan dalam hidup. Bagi Elang,<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />kalau mau kenal orang maka kenalilah 10 orang terkaya di Indonesia dan juga<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />kenal 10 orang termiskin di Indonesia. Dengan kenal 10 orang termiskin dan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />terkaya, akan mempunyai keseimbangan dalam hidup, dan pasti akan melakukan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />sesuatu untuk mereka. Melihat realitas sosial seperti itu, Elang terdorong<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />untuk mendirikan perumahan khusus untuk orang-orang ekonomi ke bawah. Maka<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />ketika ada peluang mengakuisisi satu tanah di desa Cinangka kecamatan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Ciampea, Elang langsung mengambil peluang itu. Tapi, karena Elang tidak<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />punya banyak modal, ia mengajak teman-temannya yang berjumlah 5 orang untuk<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />patungan. Dengan modal patungan Rp 340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />membangun rumah sehat sederhana (RSS) yang difokuskan untuk si miskin<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />berpenghasilan rendah. Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu.<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Modalnya Elang putar kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya. Rumah<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />bercat kuning pun satu demi satu mulai berdiri.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, ada tipe 22/60 dan juga tipe<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />36/72. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />ditawarkan hanya seharga Rp 25 juta dan Rp 37 juta per unitnya. “Jadi, hanya<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />dengan DP Rp 1,25 juta dan cicilan Rp 90.000 ribu per bulan selama 15 tahun,<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />mereka sudah bisa memiliki rumah,” ungkapnya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Karena modalnya pas-pasan, untuk media promosinya sendiri, Elang hanya<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />mengiklankan di koran lokal. Karena harganya yang relatif murah, pada tahap<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />awal pembangunan langsung terjual habis. Meski harganya murah, tapi<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />fasilitas pendukung di dalamnya sangat komplit, seperti Klinik 24 jam,<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />angkot 24 jam, rumah ibadah, sekolah, lapangan olah raga, dan juga dekat<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />dengan pasar. Karena rumah itu diperuntukkan bagi kalangan ekonomi bawah,<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />kebanyakan para profesi konsumennya adalah buruh pabrik, staf tata usaha<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />(TU) IPB, bahkan ada juga para pemulung.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Sisihkan 10 Persen. Dengan berbagai kesuksesan di usia muda itu, Elang tidak<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />lupa diri dengan hidup bermewah-mewahan, justru Elang semakin mendekatkan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />diri kepada Tuhan. Salah satu wujud rasa syukur atas nikmatnya itu, dalam<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />setiap proyeknya, ia selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal. “Uang<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />yang 10 persen itu saya masukkan ke BMT (Baitul Mal Wa Tanwil/tabungan)<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />pribadi, dan saya alokasikan untuk membantu orang-orang miskin dan orang<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />yang kurang modal,” bebernya. Bagi Elang, materi yang saat ini ia miliki ada<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />hak orang miskin di dalamnya yang musti dibagi. Selain menyisihkan 10 persen<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />dari hasil proyeknya, Elang juga memberikan sedekah mingguan, bulanan, dan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />bahkan tahunan kepada fakir miskin.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Bagi Elang, sedekah itu tidak perlu banyak tapi yang paling penting adalah<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />kontinuitas dari sedekah tersebut. Meski jumlahnya kecil, tapi jika<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />dilakukan secara rutin, itu lebih baik daripada banyak tapi tidak rutin.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Elang sendiri terbilang sebagai salah satu sosok pengusaha muda yang sukses<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />dalam merintis bisnis di tanah air. Prestasinya patut diapresiasi dan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />dijadikan suri tauladan bagi anak-anak muda yang lain. Bagi Elang, semua<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />anak muda Indonesia bisa menjadi orang yang sukses, karena kelebihan manusia<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />dengan ciptaan mahkluk Tuhan yang lain adalah karena manusia diberi akal.<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Dan, ketika manusia lahir ke dunia dan sudah bisa mulai berfikir, manusia<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />itu seharusnya sudah bisa mengarahkan hidupnya mau dibawa kemana. “Kita<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />hidup ibarat diberi diary kosong. Lalu, tergantung kitanya mau mengisi<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />catatan hidup ini. Mau hura-hurakah? Atau mau mengisi hidup ini dengan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain,” ucapnya berfilosof. Ketika<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />seseorang sudah bisa menetapkan arah hidupnya mau dibawa kemana, tinggal<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />orang itu mencari kunci-kunci kesuksesannya, seperti ilmu dan lain<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />sebagainya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Menjaga Masjid. Adapun kunci kesuksesan Elang sendiri berawal dari perubahan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />gaya hidupnya saat kuliah semester lima. Pada siang hari, Elang bak singa<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />padang pasir. Selain kuliah, ia juga menjalankan bisnis mencari<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />peluang-peluang bisnis baru, negosiasi, melobi, dan sebagainya. Namun ketika<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />malam tiba, ia harus menjadi pelayan Tuhan, dengan menjadi penjaga Masjid.<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />“Setiap malam dari semester lima sampai sekarang saya tinggal di Masjid yang<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />berada dekat terminal Bogor. Dari mulai membersihkan Masjid, sampai<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />mengunci, dan membukakan pintu pagar untuk orang-orang yang akan shalat<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Shubuh, semua saya lakukan,” ujarnya merendah.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Elang mengaku ketika menjadi penjaga Masjid ia mendapat kekuatan pemikiran<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />yang luar biasa. Bagi Elang, Masjid selain sebagai sarana ibadah, juga<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />tempat yang sangat mustajab untuk merenung dan memasang strategi. “Dalam<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />halaman masjid itu juga ada pohon pisang dan di sampingnya gundukan tanah.<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Saya anggap itu adalah kuburan saya. Ketika saya punya masalah saya merenung<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />kembali dan kata Nabi, orang yang paling cerdas adalah orang yang mengingat<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />mati,” ujarnya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Ikut Lomba Wirausaha Muda Mandiri Karena Tukang Koran “Ghaib”<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Elang semakin dikenal khalayak luas ketika berhasil menjadi juara pertama di<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />ajang lomba wirausaha muda mandiri yang diadakan oleh sebuah bank belum lama<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />ini. Keikutsertaan Elang dalam lomba tersebut sebenarnya berkat informasi<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />dari koran yang ia dapatkan lewat tukang koran “ghaib”. Kenapa “ghaib”?,<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />sebab setelah memberi koran, tukang koran itu tidak pernah kembali lagi<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />padahal sebelumnya ia berjanji untuk kembali lagi.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Peristiwa aneh itu terjadi saat ia sedang mencuci mobil di depan rumahnya.<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Tiba-tiba saja ada tukang koran yang menawarkan koran. Karena sudah<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />langganan koran, Elang pun menolak tawaran tukang koran itu dengan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />mengatakan kalau ia sudah berlangganan koran. Tapi anehnya musti sudah<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />mengatakan demikian, si tukang koran itu tetap memaksa untuk membelinya,<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />karena elang tidak mau akhirnya si tukang koran itu memberikan dengan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />cuma-cuma kepada elang dan berjanji akan kembali lagi keesokan harinya.<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Karena diberi secara cuma-cuma, akhirnya Elang pun mau menerimanya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Setelah selesai mencuci mobil, Elang langsung menyambar koran pemberian<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />tukang koran tadi. Setelah membaca beberapa lembar, Elang menemukan satu<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />pengumuman lomba wirausaha muda mandiri. Merasa sebagai anak muda, ia<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />tertantang untuk mengikuti lomba tersebut. Elang pun membawa misi bahwa<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />wirausaha bukan teori melainkan ilmu aplikatif. Saat lolos penjaringan dan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />dikumpulkan di Hotel Nikko Jakarta, Elang bertemu dengan seorang Bapak yang<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />anaknya sedang sakit keras di pinggir jalan bundaran Hotel Indonesia. Elang<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />merasa ada dua dunia yang sangat kontras, di satu sisi ada orang tinggal di<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />hotel mewah dan makan di restoran, tapi di sisi lain ada orang yang tinggal<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />di jalanan. Akhirnya, pada malam penganugerahan, tim juri memutuskan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Elanglah yang menjadi juaranya. Padahal kalau diukur secara omset,<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />pendapatannya berbeda jauh dengan para pengusaha lainnya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Dari Juara I Wirausaha itu, Elang membawa hadiah sebesar Rp 20 juta,<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />ditambah tawaran kuliah S2 di Universitas Indonesia. Melalui lomba itu,<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />terbukalah jalan cerah bagi Elang untuk menapaki dunia wirausaha yang lebih<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />luas.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Ingin Membawahi Perusahaan yang Mempekerjakan 100 Ribu Orang</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Perjalanan Elang dalam merintis bisnis properti, tidak selamanya berjalan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />mulus. Pada awal-awal merintis bisnis ini, ia banyak sekali mengalami<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />hambatan, terutama ketika akan meminjam modal dari Bank. Sebagai mahasiswa<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />biasa, tentunya perbankan merasa enggan untuk memberikan modal. Padahal,<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />prospek bisnis properti sangat jelas karena setiap orang pasti membutuhkan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />rumah. “Beginilah jadi nasib orang muda, susah orang percaya. Apalagi<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />perbankan. Orang bank bilang lebih baik memberikan ke tukang gorengan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />daripada ke mahasiswa,” ungkapnya.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Meski sering ditolak bank pada awal-awal usahanya, Elang tidak pernah patah<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />semangat untuk berbisnis. Baginya, kalau bank tidak mau memberi pinjaman,<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />masih banyak orang yang percaya dengan anak muda yang mau memberi pinjaman.<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Terbukti dengan hasil jerih payahnya selama ini sehingga bisa berjalan.</p>
<p style="font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 24px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.4em;">Ada banyak impian yang ingin diraih Elang, di antaranya membentuk organisasi<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />Maestro Muda Indonesia dan membawahi perusahaan yang mempekerjakan karyawan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />100 ribu orang. Motivasi terbesar Elang dalam meraih impian tersebut adalah<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />ingin menjadi tauladan bagi generasi muda, membantu masyarakat sekitar, dan<br style="font-size: 11px; line-height: 1.4em; padding: 0px; margin: 0px;" />meraih kemuliaan dunia serta akhirat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iphal.com/24/12/2009/mahasiswa-beromzet-17-milyar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JUAL&#8230;!!! CD Membuat Website &amp; Internet Marketing dari Pembicara2 terbaik Indonesia &amp; Asia&#8230;</title>
		<link>http://iphal.com/04/12/2009/jual-cd-membuat-website-internet-marketing-dari-pembicara2-terbaik-indonesia-asia/</link>
		<comments>http://iphal.com/04/12/2009/jual-cd-membuat-website-internet-marketing-dari-pembicara2-terbaik-indonesia-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 07:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paluy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iphal.com/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[
Kami dari Media Inovatif Group mempersembahkan beberapa produk e-book, Audio  dan video tutorial untuk melengkapi koleksi Anda. Berikut e-book dan video tutorial yang kami jual :
PRODUK UTAMA
Membangun Bisnis Sejak Muda

Rahasia Sukses Berwirausaha
Rahasia Berani Memulai Usaha
Cara Mendapatkan Modal Kerja
Cara Menemukan Ide Bisnis
Menentukan Ide Bisnis Yang Cocok Bagi Mahasiswa
Strategi Pemasaran (offline)
Strategi Pemasaran melalui internet/online
Keuntungan berpromosi melalui internet/online




Keuntungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="a2a_dd" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkname=Share%20Artikel%20Media%20Inovatif&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fmediainovatif.wordpress.com"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_171_16.png" border="0" alt="" width="171" height="16" /></a></p>
<p>Kami dari Media Inovatif Group mempersembahkan beberapa produk e-book, Audio  dan video tutorial untuk melengkapi koleksi Anda. Berikut e-book dan video tutorial yang kami jual :</p>
<p>PRODUK UTAMA<br />
Membangun Bisnis Sejak Muda</p>
<ul>
<li>Rahasia Sukses Berwirausaha</li>
<li>Rahasia Berani Memulai Usaha</li>
<li>Cara Mendapatkan Modal Kerja</li>
<li>Cara Menemukan Ide Bisnis</li>
<li>Menentukan Ide Bisnis Yang Cocok Bagi Mahasiswa</li>
<li>Strategi Pemasaran (offline)</li>
<li>Strategi Pemasaran melalui internet/online</li>
<li>Keuntungan berpromosi melalui internet/online<span id="more-546"></span></li>
</ul>
<ol>
<blockquote>
<ul>
<li>Keuntungan berpromosi melalui internet/online</li>
<li>Tips Memilih Produk Yang akan dijual</li>
<li>Cara Memiliki Website</li>
<li>Langkah-langkah Membuat Design Website Yang menjual</li>
<li>Panduan Promosi di Internet</li>
</ul>
</blockquote>
</ol>
<ul>
<li>Contoh-Contoh Bisnis Untuk Siapapun</li>
</ul>
<p>BONUS</p>
<ol>
<li>Rahasia Sukses Anti Gagal</li>
<li>99 Ide bisnis Internet</li>
<li>Tips dan Trik Memperoleh Ranking pada Search Enginee &amp; Kiat &#8211; Kiat Jitu Mempromosikan Website pada Search Enginee</li>
<li>Strategi Promosi dengan URL Redirect</li>
<li>Cara Mengidentifikasi &amp; Memuaskan Pelanggan</li>
<li>Cara Aman Menggunakan Internet</li>
<li>Usaha Waralaba dengan Investasi di Bawah 50 juta</li>
<li>Belajar Membuat Website
<ul>
<li>Dasar &#8211; Dasar Membuat Website</li>
<li>Panduan Membuat Website dengan Dreamweaver</li>
<li>Membangun Web Bisnis</li>
<li>Tutorial Joomla</li>
<li>Panduan Membangun Toko Online (E-Commers) Siap Pakai</li>
</ul>
</li>
<li>Audio
<ul>
<li>Mp3 Sales Magic from Tung Desem Waringin, Motivator No. 1 Indonesia</li>
</ul>
</li>
<li>Video
<ul>
<li>Tutorial Internet Marketing
<ul>
<li>By. Anne Ahira &#8211; Internet Marketer Indonesia
<ul>
<li>Apa Itu Internet Marketing</li>
<li>Bagaimana Cara Memulai Internet Marketing</li>
</ul>
</li>
<li>Fabian Lim &#8211; Internet Marketer No. 1 Asia
<ul>
<li>Pay Per Click (PPC)</li>
<li>Search Enginee Optimization (SEO)</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li>Tutorial Mengeruk Dollar dari Internet (Google Adsense)</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Hanya dengan <span style="text-decoration: line-through;"><strong>Rp. 150.000,-</strong></span> saja, Anda bisa memiliki semua koleksi yang saya tawarkan&#8230;.</p>
<p>Kepada <strong>100 orang pembeli pertama</strong> harga yang saya berikan hanya <strong>Rp. 100.000,-</strong> saja&#8230;Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin..Setiap pembeli, namanya akan saya pajang diwebsite ini&#8230;</p>
<p>Informasi lebih lanjut bisa CALL / SMS saya di (0341) 486036 / 0856 4672 0009</p>
<p><a href="sendim?rikval_23"><img class="aligncenter" title="YM" src="http://opi.yahoo.com/online?u=rikval_23&amp;t=14" alt="" width="139" height="107" /></a></p>
<p>Hormat kami,</p>
<p>Rikval Fachruri<br />
<a href="http://MediaInovatif.com">http://MediaInovatif.com</a> | <a href="http://MediaInovatif.Wordpress.com">http://MediaInovatif.Wordpress.com</a> | <a href="http://wisatakemalang.com">http://WisataKeMALANG.com<br />
</a></p>
<p><a class="a2a_dd" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkname=Share%20Artikel%20Media%20Inovatif&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fmediainovatif.wordpress.com"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_171_16.png" border="0" alt="" width="171" height="16" /></a></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 513px; width: 1px; height: 1px;">
<ol>
<li>Belajar Website</li>
</ol>
<ul>
<blockquote>
<li>Dasar &#8211; Dasar Website</li>
<li>Panduan Membuat Website dengan Dreamweaver</li>
<li>Membangun Web Bisnis</li>
<li>Tutorial Joomla</li>
<li>Panduan Membangun Toko Online (E-Commers) siap pakai</li>
</blockquote>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iphal.com/04/12/2009/jual-cd-membuat-website-internet-marketing-dari-pembicara2-terbaik-indonesia-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merencanakan Bisnis yang Baik</title>
		<link>http://iphal.com/30/10/2009/cara-menyusun-proposal-bisnis-tanpa-modal/</link>
		<comments>http://iphal.com/30/10/2009/cara-menyusun-proposal-bisnis-tanpa-modal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 17:38:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paluy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iphal.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[Dalam merencanakan bisnis yang tanpa modal, baik usaha besar maupun kecil. Banyak sekali pertimbangan yang harus Anda pikirkan. Pertimbangan tersebut tentu saja tidak menyurutkan semangat Anda untuk menjalankan bisnis, akan tetapi memikirkan bagaimana agar bisnis yang Anda rencanakan dapat berjalan walaupun tanpa modal. Dalam hal ini beberapa poin yang dapat Anda pelajari, berikut point tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam merencanakan bisnis yang tanpa modal, baik usaha besar maupun kecil. Banyak sekali pertimbangan yang harus Anda pikirkan. Pertimbangan tersebut tentu saja tidak menyurutkan semangat Anda untuk menjalankan bisnis, akan tetapi memikirkan bagaimana agar bisnis yang Anda rencanakan dapat berjalan walaupun tanpa modal. Dalam hal ini beberapa poin yang dapat Anda pelajari, berikut point tersebut :<span id="more-542"></span></p>
<ol>
<li>Wujudkan Impian Anda</li>
</ol>
<blockquote><p>Pertanyaan paling utama bagi Anda adalah &#8221; bisnis seperti apa yang Anda jalankan? &#8220;Sebelum terjun kebisnis yang Anda geluti, sebaiknya dipelajari terlebih dahulu secara matang dengan membandingkan bisnis &#8211; bisnis yang menjadi deretan daftar Anda.</p>
<p>Dengan membuat rencana usaha dari awal, Anda akan mudah melaksanakan sesuai dengan site yang telah direncanakan tahap demi tahap sehingga menjadi besar. Salah satu perencanaan yang baik untuk membersarkan usaha kita adalah dengan membuat proposal kepada calon mitra kerja Anda yang telah memiliki nama besar, agar nama  Anda juga ikut besar dalam menangani proyek mereka.</p></blockquote>
<p>2.  Tujuan Pengajuan Proposal</p>
<blockquote>
<div class="snap_preview">
<p>Proposal berasal dari kata <em>to propose</em> yang artinya mengajukan. Istilah proposal berarti ajuan penawaran berupa gagasan, ide dan pemikiran kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan, persetujuan, izin dan sebagainya. Gagasan tentang penelitian yang anda buat, harus diajukan kepada pihak fakultas, dalam hal ini jurusan anda, untuk mendapat persetujuan dan bimbingan.</p>
<p>Proposal mempunyai arti penting bagi seseorang yang hendak membuat suatu aktivitas apapun seperti:</p>
<ul>
<li>Merintis usaha skala kecil, menengah dan besar.</li>
<li>Mengajukan tender berbagai proyek pemerintah maupun swasta, seperti tender pembuatan buku sekolah, tender pembangunan gedung, dan lain-lain.</li>
<li>Membuat berbagai penelitian ilmiah tentang masalah sosial, budaya, ekonomi, kependudukan, kesehatan, kedokteran, teknik, dan sebagainya.</li>
<li>Dan sebagainya.</li>
</ul>
<p>Termasuk juga dalam hal ini adalah utnuk memulai sebuah usaha. Dengan langkah ini akan dapat diketahui bentuk usaha, perkiraan proses dan prediksi prospek masa depannya. Dengan proposal di tangan anda, maka anda dapat dengan mudah menjelaskan kepada pihak lain untuk berbagai kepentingan. Kegunaan proposal secara langsung dan tidak langsung adalah:</p>
<ul>
<li>Bahan untuk mencari dan meyakinkan rekanan penjualan, agen distribusi</li>
<li>Alat untuk menjalin mitra guna menekan ongkos produksi yang murah</li>
<li>Menarik minat investor,</li>
<li>Mengurus izin usaha, dan</li>
<li>Menjelaskan sistem manajemen bisnis kepada seluruh kru perusahaan</li>
<li>Membangun sistem jaringan bisnis secara luas.</li>
</ul>
<p>Sebuah proposal bisnis harus mengandung tiga syarat utama, yaitu mempunyai tujuan, terencana dan sistematis.</p></div>
</blockquote>
<p>3.  Proposal  Sebagai Rencana Bisnis</p>
<blockquote><p>Seperti halnya mendirikan rumah, hal pertama bukanlah bahan baku atau pekerja konstruksinya. Yang diperlukan adalah cukup sebuah rencana. Demikian juga untuk memulai sebuah usaha bisnis. Tidaklah cukup hanya menyewa sebuah ruko dan mengisinya dengan barang-barang. Bahkan dengan mempekerjakan karyawan dan melatih mereka. Melainkan, yang harus anda lakukan adalah menyusun sebuah rencana bisnis. Istilah umumnya adalah <em>Proposal Bisnis</em>.</p>
<p>Menuangkan rencana usaha dalam proposal tidaklah rumit, apalagi kalau usaha dalam proposal tidaklah rumit, apalagi kalau usaha ini tergolong usaha kecil. Hal ini sama pentingnya dengan membuat rencana usaha ini dengan sebaik-baiknya, sehingga usaha yang anda buat benar-benar mampu mendatangkan keuntungan. Penyusunan <em>Proposal Bisnis </em>memiliki dua tujuan.</p>
<p><em>Pertama, </em>memberikan pegangan dalam menjalankan usaha anda, agar tetap berada dalam alur yang diinginkan. Agar tetap bermanfaat, proposal bisnis senantiasa diperbaharui sesuai dengan perubahan dan permasalahan yang dihadapi. <em>Kedua, </em>proposal bisnis dapat digunakan untuk meyakinkan pihak-pihak yang akan memberikan dukungan pendanaan. Untuk tujuan ini, proposal bisnis hendaknya memberikan informasi rinci tentang berbagai aspek di masa lalu, kondisi operasi saat ini dan proyeksi masa depan. Hal ini bisa anda tempuh jika sekiranya anda perlu modal tambahan untuk memperlancar usaha ini.</p>
<p>Penulisan proposal bisnis hendaknya padat, lengkap dan informatif. Untuk itu perlu digunakan kata kunci yang menjawab pertanyaan siapa, apa, di mana, kapan, serta mengapa, bagaimana dan seberapa jauh atau seberapa besar. Jawablah setiap pertanyaan tersebut dalam kalimat yang efektif, kemudian kembangkan dengan pernyataan-pernyataan yang mendukungnya. Perlu diingat bahwa naskah proposal bisnis disusun dalam beberapa bagian dan tidak memiliki batasan jumlah halaman. Proposal bisnis memerlukan sikap kemandirian untuk menghasilkan rencana yang realistis.</p>
<p>Agar dapat dilakukan dengan efektif, persiapkan terlebih dahulu dokumen-dokumen pendukung. Sebagai contoh, dalam menuliskan aspek legal usaha, jika diperlukan, maka lampirkan dokumen-dokumen perjanjian yang pernah dilakukan. Contoh pembuatan proposal bisnis bisa diikuti pada bab-bab selanjutnya. Satu hal lagi yang tidak bisa anda lewati adalah, apakah anda terbawa arus, atau anda cukup berani mengendalikan usaha anda? Apakah rencana bisnis anda cukup matang?</p>
<p>Langkah penting dalam usaha adalah mencari dan membuat sebuah target. Diperlukan rencana promosi yang jitu dan itu harus dituangkan ke dalam poin-poin proporsional. Usaha anda akan anda tujukan untuk siapa? Jika jawaban anda adalah untuk semua orang, maka Herbert N. Casson menilai hal itu adalah jawaban tolol. Tidak ada orang yang mampu menjual kepada semua orang. Pelanggan datang berkelas-kelas. Oleh karena itu, segmentasi pasar mutlak diperlukan.</p></blockquote>
<p>4.  Manajemen Resiko Bagi Pemula</p>
<blockquote><p>Banyak pertanyaan yang hinggap dipikiran seseorang ketika ingin memulai usaha, &#8220;mengapa orang begitu sulit untuk memulai usaha&#8221;. Banyak alasan dicari sebagai pembenar, bahwa memulai usaha itu sulit, tidak punya modal, tidak punya tempat, dll. Padahal, menurut Purdi E. Chandra, jika Anda memiliki jiwa wirausaha, maka persoalan semacam itu bisa teratasi. Sehingga, akhirnya menyadari bahwa sesungguhnya memulai usaha itu tidak sulit seperti yang dibayangkan.</p>
<p>Dalam konteks ini, Purdi memberikan suatu taktik bahwa Anda harus dalam kondisi terpaksa untuk memulai usaha. Misalnya, saat di PHK atau Anda tidak punya apa &#8211; apa. Bahkan di saat Anda sudah melamar pekerjaan di mana &#8211; mana, tetapi tidak ada satu perusahaan pun menerima Anda, dan persoalan terdesak lainnya.</p>
<p>Gali lah keberanian untuk mandiri dan bersemangat lagi untuk belajar berwiraswasta, sekalipun Anda tidak mengetahui usaha yang akan dijalankan. Dunia bisnis adalah suatu pekerjaan yang tidak memiliki suatu kepastian, kalau Anda terbiasa dengan dunia yang pasti maka Anda akan takut untuk terjun kedunia bisnis. Sehingga perlu adanya sikap untuk perubahan mental, artinya Anda berani mengambil resiko.</p>
<p>Yakinlah dengan mental seperti itu, maka Anda akan mudah untuk menjalankan bisnis. Tidak sesulit yang Anda bayangkan. Memulai usaha itu penuh dengan resiko, tapi tidak menjalankan bisnis malah lebih beresiko.</p></blockquote>
<ol></ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iphal.com/30/10/2009/cara-menyusun-proposal-bisnis-tanpa-modal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
